Table of Contents
Pandemi Covid-19 yang sudah menginjak usia satu tahun tidak hanya berdampak bagi sektor kesehatan masyarakat dan ekonomi, tapi juga mempengaruhi dunia fesyen Tanah Air. Pemilik bisnis fesyen mau tak mau harus memutar otak untuk 'bertahan' di tengah pandemi, termasuk Calla The Label. Melalui motif-motif yang ‘melawan arus’ tren, Yeri Afriyani selaku founder Calla The Label mengaku tak menyangka gebrakannya populer dan bisa bertahan hingga saat ini. Penasaran dengan cerita dan kiat-kiat Calla The Label untuk tetap sukses meskipun tampil beda? Keep scrolling!
Gebrakan baru yang justru laris manis di pasaran

April 2018 adalah waktu yang tak bisa dilupakan bagi Yeri Afriyani. Waktu tersebut merupakan hari lahir bagi bisnis fesyennya yakni ‘Calla The Label. Jika bercerita ke belakang, Yeri sebelumnya bekerja di sebuah event organizer, yang mau enggak mau membuatnya harus bertemu banyak klien. Penampilan pun menjadi salah satu statement yang penting baginya,
“Perlu outfit yang bisa kasih statement kalau kita tuh dinamis dan seru. Jadi coba-coba bikin produk tersendiri dengan konsep happiness,” ujar Yeri dalam sesi wawancara virtual Kamis (4/3) kemarin.
Tak disangka ternyata konsep happiness dengan pattern warna-warna jadi jawaban bagi banyak orang yang merasa motif monokrom saat itu mulai membosankan. Bermula dari kebutuhan pribadi, ternyata gebrakan baru dari Yeri justru laris manis di pasaran.
2. Terinspirasi dari street style orang Jepang






















